id

Wujudkan Keluarga Berkualitas dan Sejahtera Melalui Kampung KB

By  Mei 26, 2017 | 02:50
Penanangan Kampung KB tingkat kecamatan se-Kota Tangerang. (Foto: Humas Pemkot Tangerang)

Tangerang - Pada tahun 2020-2030, Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demogrfi. Di mana, pada tahun tersebut jumlah usia angkatan kerja berusia 15-64 tahun akan mencapai 70 persen. Sedangkan sisanya, 30 persen penduduk Indonesia berada pada usai tidak produktif, di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun.

 

Kondisi tersebut tentunya bisa membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia. Tentunya dengan catatan, pemerintah sudah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda yang mempunyai kualitas dan daya saing. Lahirnya generasi-generasi penerus ini sangat dipengaruhi dengan seberapa berkualitas dan sejahtera lingkungan keluargnya.

Jika mulai sekarang, pemerintah tak mampu menyiapkan kualitas SDM mulai dari akses dan mutu pendidikan yang memadai, kesehatan maupun lapangan pekerjaan, maka bonus demografi tersebut akan memunculkan persoalan bagi bangsa Indonesia, salah satunya adalah pengangguran yang bisa memicu meningkatkan kemiskinan.

Salah satu upaya pemerintah untuk menghadapi kondisi tersebut dengan kembali gencar mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) yang dahulu dilakukan kini mulai dilupakan. Program Kampung KB juga menjadi salah satu inovasi strategis dalam rangka mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (PKKBPK) secara utuh di tengah masyarakat, sehingga tata kelola kependudukan akan semakin baik. 

Program ini juga merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam upaya menyukseskan agenda Nawacita melalui pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga yang dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten. Di Kota Tangerang, program ini diharapkan dapat disosialisasikan kepada masyarakat sehingga bisa dilaksanakan dan mendapatkan pendampingan dari para juru penerang yang ada di setiap kecamatan.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan, Kampung KB merupakan upaya memberikan kemudahan dan akses kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan KB. Kehadiran Kampung KB di Kota Tangerang juga diharapkan turut menyukseskan program KB yang selama ini telah berjalan, khususnya menata dan mengatur kependudukan di Kota Tangerang.

Melihat laju pertumbuhan penduduk di Kota Tangerang, memang perlu diimbangi dengan kesadaran dan pemahaman dari masyarakat akan pentingnya KB dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas dan mencetak SDM yang unggul dan kehidupan keluarga yang berkualitas, tentram dan sejahtera. Program ini menjadi kebutuhan jika melihat jumlah penduduk Kota Tangerang yang semakin bertambah dari waktu ke waktu," paparnya.

Program Kampung KB di Kota Tangerang meliputi 13 titik yang tersebar di 13 kecamatan, yaitu di Kelurahan Panunggangan Barat RW 06 Kecamatan Cibodas, Kelurahan Periuk RW 05 Kecamatan Periuk, Kelurahan Tajur RW 01 Kecamatan Ciledug, Kelurahan Pajang RW 03 Kecamatan Benda, Kelurahan Gandasari RW 06 Kecamatan Jatiuwung, Kelurahan Neroktog RW 02 Kecamatan Pinang, Kelurahan Kebon Besar RW 04 Kecamatan Batuceper, Kelurahan Tanah Tinggi RW 011 Kecamatan Tangerang, Kelurahan Gondrong RW 05 Kecamatan Cipondoh, Kelurahan Kreo Selatan RW 02 Kecamatan Larangan, Kelurahan Gerendeng RW 07Kecamatan Karawaci, Kelurahan Pondok Pucung RW 03di Kecamatan Karang Tengah dan Kelurahan Kedaung Wetan RW 04 Kecamatan Neglasari.

"Program ini harus didorong. Di sini fungsi pemerintah pusat daerah untuk melaksanakan program kesejahteraan masyarakat. Kampung KB, dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat memperoleh pelayanan total program KB," tutur Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Iis Rodiyah.

Di dalamnya, turut dibentuk kelompok kerja yang diantaranya melaksanakan tugas melakukan penyuluhan, pembinaan, mengkoordinasikan, memfasilitasi,  dan mengelola pelaksanaan program serta kegiatan di Kampung KB.

“Kami harap masyarakat semakin paham agar menngkatkan partisipasi masyarakat, dan mendorong mendorong percepatan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat," pintanya.(ADVERTORIAL)

Ananda Deni

Memutuskan pilihan hidup sebagai jurnalis setelah masa-masa kuliahnya dulu dihabiskan dalam dunia pergerakan kampus. Pernah aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan bergabung dengan situs berita Banten Hits pada 2013.