id

10 Kali Berturut-turut, Laporan Keuangan Kota Tangerang Dapat Opini WTP

By  Mei 31, 2017 | 23:37
Foto: Humas Pemkot Tangerang

Tangerang - Opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan pernyataan profesional Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kewajaran atas laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria, diantaranya, kesesuaian dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap perundang-undangan dan efektivitas sistem pengendalian intern.

 

Salah satu opini yang diberikan pemeriksa BPK terhadap laporan keuangan adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini ini diterbitkan jika lapoan keuangan telah dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material. Opini tersebut diberikan terhadap laporan keuangan karena keyakinan auditor berdasarkan bukti audit yang dikumpulkan. Instansi pemerintah dianggap menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan baik. Kendatai terdapat kesalahan, hal itu dianggap tidak material dan tak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.

Laporan keuangan tujuh kabupaten/kota di Provinsi Banten, salah satunya Kota Tangerang mendapat opini WTP. Enam daerah lainnya adalah Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan,  Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang. Bagi Kota Tangerang, opini WTP atas pemeriksaan laporan keuangan tahun anggaran 2016 merupakan opini yang didapat Kota Tangerang 10 kali berturut-turut.

Kepala BPK Perwakilan Banten, Thomas Ipoeng Andjar Wasita, di Kantor BPK Perwakilan Banten, Jalan Palka No.1, Serang, Rabu (31/5/2017) menjelaskan, pemeriksaan atas laporan keuangan yang telah dilakukan selama dua bulan tersebut, bertujuan memberikan opini atas LKPD. Kepada pemerintah daerah yang laporan keuangannya mendapatkan WTP agar dapat mempertahankan opini tersebut. Sementara bagi daerah yang belum, diharapkan dapat menyusun rencana aksi yang terukur untuk menyelesaikan permasalahan.

Dari pemeriksaan, BPK mencatat bahwa pada tahun 2016 tidak ditemukan permasalahan yang berdampak terhadap laporan keuangan Pemkot Tangerang. Alhasil, kota seribu industri dan sejuta jasa ini dinilai kembali layak dianugerahi WTP kesepuluh kalinya.

Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah, mengatakan, setiap capaian prestasi diharapkan semakin meningkatkan semangat dan etos kerja seluruh aparatur Pemkot Tangerang dalam memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Pemkot Tangerang ke depan juga akan terus memperkuat sistem akuntabilitas, di mana setiap sistem atau perangkat pendukung laporan keuangan saling terintegrasi satu dengan yang lainnya.

"Kami akan terus mengembangkan sistem keuangan daerah. Mulai dari Sistem Informasi Pembangunan Daerah, sistem informasi, evaluasi dan pelaporan (Sievlap) serta Sistem Akuntansi Akrual (Spektra) sebagai wujud tata kelola keuangan yang baik berdasarkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas serta amanah dari reformasi keuangan negara," papar wali kota.

Diraihnya kembali opini WTP atas laporan keuangan Pemkot Tangerang merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap amanah yang diberikan masyarakat melalui anggaran yang ada dalam APBD. Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri menambahkan, upaya yang akan terus ditingkatkan yaitu terkait efektivitas sistem pengendalian internal.

"Struktur inspektorat, para verifikatur di OPD akan kami perkuat agar semakin rapih dalam pelaporan keuangan daerah," jelasnya.

Apresiasi juga mengalir dari Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi atas kerja keras jajaran Pemkot Tangerang yang sudah menyajikan laporan keuangan dengan baik.

"Mempertahankan cukup sulit dibandingkan memperjuangkannya," katanya.

Hal terpenting lainnya adalah, setiap program maupun kegiatan yang dilakukan Pemkot Tangerang senantiasa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu.(ADVERTORIAL)

Ananda Deni

Memutuskan pilihan hidup sebagai jurnalis setelah masa-masa kuliahnya dulu dihabiskan dalam dunia pergerakan kampus. Pernah aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan bergabung dengan situs berita Banten Hits pada 2013.