id

Puluhan Karya Teknologi Tepat Guna Dipamerkan di Teras Kota BSD

By  Apr 19, 2017 | 18:17
Puluhan karya teknologi tepat guna dilombakan dalam ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) V tingkat Kota Tangerang Selatan. (Banten Hits/ Muhtamimah)

Tangsel - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) menggelar lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) V Tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Puluhan teknologi tepat guna karya dari 30 peserta pelajar dan umum dipamerkan di Teras Kota BSD City, Serpong. Pameran puluhan karya teknologi tersebut berlangsung hingga esok hari.

"Untuk menumbuh kembangkan ide kreatif dan inovatif masyarakat dan pelajat di Tangerang Selatan," kata Plt Kepala DPMP3AKB Tangsel, Khairati, Rabu (19/4/2017).

Perlombaan yang mengusung tema "Melalui Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Kita Tingkatkan Kota Tangsel yang Kreatif, Produktif, Berkualitas, Berdaya Saing Berbasis Inovasi" tersebut, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat berbagai teknologi yang memberikan nilai tambah.

Sekaligus memperkaya pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang perkembangan dan kemajuan teknologi serta manfaatnya dalam rangka meningkatan mutu dan kualitas produksi di berbagai sektor usaha.

"Berbagai teknologi tepat guna ditampilkan secara visual agar masyarakat memperoleh informasi untuk bisa menerapkan," ujar Khairati.

Salah satu karya yang ikut dalam perlombaan tersebut adalah "Kursi Bicara, karya Bintang Perdana Putra (15) dan Sae Pasomba, siswa kelas 1 SMA Kharisma Bangsa.

Kursi tersebut berfungsi sebagai pencegah kifosis postural yang memberitahukan kepada penggunanya agar senantiasa duduk dengan posisi benar dan nyaman.

"Kursi ini akan mengeluarkan suara pengingat melalui speaker MP3 mini ketika sensor ultrasonik mendeteksi punggung pengguna yang duduk terlalu condong ke depan. Dalam delay waktu yang telah ditentukan, speaker akan bersuara. Apabila sensor ultrasonik sudah mendeteksi punggung pengguna dalam keadaan yang benar, maka suara dari speaker MP3 akan berhenti," papar Bintang.

Ide membuat kursi tersebut sudah sejak tahun 2014. Saat ini masih dikembangkan untuk menambah kekurangan yang terdapat pada kursi tersebut. Salah satunya sensor elektrik.

"Pengujian alat ini dimulai sejak Januari, sekarang alat ini bisa mengingatkan orang yang duduk di kursi ini jika salah duduk atau terlalu condong ke depan untuk merubah kebiasaan duduk yang kurang benar," jelasnya.(Nda)

Muhtamimah

Muhtamimah biasa dipanggil Mimeh. Lahir di Cilacap, Jawa Tengah. Mimeh pernah magang di Harian Jogja sebagai syarat untuk menuntaskan studi Jurnalistik di UPN Veteran Yogyakarta. Perempuan ini memilih jurnalistik sebagai pilihan hidupnya karena tertarik dengan tantangan. Pemilik hobi musik ini bisa dihubungi di nomor HP: 082133730400 dan email: muhtamimah@ymail.com