id

Ini Ekspresi Rano Karno saat Didaulat Bicara soal Dunia Literasi

By  Okt 25, 2015 | 19:09
FOTO: Firman Venayaksa

Banten Hits - Gubernur Provinsi Banten Rano Karno mendapatkan Anugerah Aksara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkat upayanya dalam pemberantasan buta aksara di Banten. Pemberian anugerah dilakukan saat peringatan Hari Buta Aksara Internasional di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2015).

"Gubernur (Banten) mendapat anugerah Aksara Utama dari Kemendikbud atas usahanya memberantas buta aksara di Banten," kata Presiden Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Indonesia Firman Venayaksa saat dihubungi Banten Hits melalui telepon genggamnya, Sabtu (24/10/2015).

(BACA JUGA : Gubernur Banten Raih Penghargaan Anugerah Aksara Tertinggi)

Usai menerima penghargaan tersebut, Gubernur Banten Rano Karno didaulat untuk berbicara tentang dunia literasi.

Presiden Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Indonesia Firman Venayaksa yang dihubungi Banten Hits melalui telepon genggamnya mengatakan, dalam acara tersebut Rano didaulat untuk talk show bersama mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Prof Dr Fasli Jalal Phd. 

"Saat membuka talkshow, ada yang menarik dari pernyataan kedua tokoh saat membuka pembicaraan, yang menurut saya penting untuk diketahui publik," terang Firman.

Saat itu, kata Firman, Prof Fasli Jalal mengatakan, "Membaca tidak hanya membaca huruf, tapi juga membaca tanda-tanda zaman". Sementara kalimat pembuka Rano Karno, "Membaca sangat penting untuk mengerti, memahami, dan mengimplementasikan. Namun tahap implementasi biasanya sangat sulit".(Rus)

 

Dian Sucitra

Dian Sucitra memulai karir jurnalistik di Banten Hits 2013 lalu, namun pada awal 2014 resign dan memutuskan bergabung dengan media lain di Banten. Pengujung 2014 kembali bergabung dengan Banten Hits lalu kembali resign pada Februari 2016 untuk bergabung di website seni dan budaya.