id

Rano Undang Korban Kecelakaan Putranya ke Rumah Dinas

By  Mar 15, 2016 | 07:32
Rano Karno saat menyampaikan permohonan maaf kepada dua korban kecelakaan yang melibatkan putranya, Rakha Widyarma. Permohonan maaf Rano ia sampaikan di rumah dinasnya, di Jalan Jend A Yani, Kota Serang, Senin (14/3/2016) malam. (FOTO: Dian Sucitra/ Banten Hits)

Banten Hits - Gubernur Banten Rano Karno, mengundang dua korban kecelakaan yang melibatkan anaknya, Rakha Widyarma, ke rumah dinasnya, di Jalan Jend A Yani, Kota Serang, Senin (14/3/2016) malam. (BACA: Begini Kronologi Kecelakaan Anak Rano Karno di Perimeter Bandara Soetta)

Kedua korban yakni Restu dan Wawan, diundang Rano bertepatan dengan peringatan 100 hari meninggal ibunda sang Gubernur, Lily Soekarno M Noor. Rano menemui kedua tamunya di tempat yang sama ia menerima tamu-tamu besar lainnya.

Kepada Restu dan Wawan, Rano menyampaikan permintaan maaf atas kecelakaan Rabu (9/3) lalu. (BACA: Plat Nomor Honda HR-V Milik Anak Gubernur Banten Bodong?)

"Ini Restu, yang kemarin motornya hancur ya, saya memohon maaf," kata Rano kepada warga Pasar Kemis, Tangerang yang diundangnya.

Restu yang dipintai maaf, merespon baik dan mengaku telah memaafkan atas tragedi kecelakaan yang melibatkan putranya tersebut. (BACA: Belum Tes Urine, Polisi Sebut Kecelakaan Honda HR-V Milik Anak Rano Karno Murni Kelalaian)

"Saya anggap semua selesai," ujar Restu.

Sementara Wawan, sopir taksi yang juga terkena imbas dari kecelakaan tersebut mengaku tidak bisa berlama-lama di rumah dinas Rano, lantaran harus kembali bekerja.

Diketahui, Rakha mengalami kecelakaan saat mengemudikan mobil Honda HR-V miliknya saat melaju dari arah Tangerang menuju Jakarta. Sejumlah faktor disebut-sebut menjadi penyebab kecelakaan yang dialami Rakha saat itu. Mulai dari kondisi Rakha yang mengantuk saat berkendara hingga kelalaian putra sang Gubernur saat akan menyalip kendaraan yang berada di depannya.(Nda)

Dian Sucitra

Dian Sucitra memulai karir jurnalistik di Banten Hits 2013 lalu, namun pada awal 2014 resign dan memutuskan bergabung dengan media lain di Banten. Pengujung 2014 kembali bergabung dengan Banten Hits lalu kembali resign pada Februari 2016 untuk bergabung di website seni dan budaya.