id

Rumah Terendam Banjir, Seorang Nenek di Kota Tangerang Tinggal di Bekas Kandang Ayam

By  Mei 09, 2017 | 13:35
Rumah Rodiah yang selalu tergenang banjir saat hujan turun. Saat rumahnya terendam, Rodiah memilih sebuah gubuk reyot bekas kandang ayam menjadi tempat mengungsinya. (Banten Hits/ Maya Aulia)

Tangerang - Malang nasib Rodiah (81). Setiap kali hujan lebat turun, warga yang tinggal di Gang H. Demang RT 05 RW 05, Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karangtengah, Kota Tangerang ini selalu was-was dengan kondisi rumahnya.

Bagaimana tidak, setiap hujan turun, rumah nenek Rodiah sudah pasti terendam banjir. Karena sering terendam, kondisi rumah Rodiah semakin parah. Belum lagi bau tidak sedap akibat kondisi lembab tercium dari sekeliling rumah Rodiah.

Setiap kali hujan lebat dan banjir merendam rumah, Rodiah langsung bergegas menuju ke sebuah gubuk reyot. Gubuk yang berada di samping rumahnya itu dulunya merupakan kandang ayam.

Begitu juga saat cuaca seperti ini, hujan turun dengan intensitas tinggi. Rodiah mengaku, dirinya lebih memilih tinggal di gubuk reyot tersebut karena khawatir jika sewaktu-waktu banjir merendam rumahnya.

Rodiah juga mengaku lebih memilih tinggal di kandang ayam ketimbang harus pindah dari tempat tinggal yang sudah lama ia tempati.

"Enyak mah emang tidur di kandang ayam, soalnya di situ udah enggak bisa ditidurin, sudah banjir semua. Udah puluhan tahun di situ enggak mau pindah," kata Rodiah, Selasa (9/5/2017).

Banjir yang menggenangi rumah dan lingkungan tempat tinggal Rodiah disebabkan bangunan rumah yang tidak memikirkan drainase. Rodiah bahkan harus meminjam uang untuk menguruk rumahnya.

"Udah sering benerin rumah, utang numpuk abis Rp7 juta lebih," keluhnya.

Parahnya kata Rodiah, genangan banjir di rumahnya sulit surut.

"Enggak kering-kering, dari perumahan yang mampet. Itu jalanan air harusnya dibenerin dulu biar enggak banjir melulu rumah enyak, sampai sakit-sakitan," tuturnya.

"Udah sering laporan mah tapi belum ada aja, udah ada dari orang kecamatan yang datang katanya mau benerin tapi enggak tahu kapan," tuturnya.

Rodiah yang hanya tinggal sendiri berharap, agar rumahnya bisa diperbaiki sebelum ramadan.

"Enyak cuma mau tenang ibadah. Kalau malem suka nangis lihat rumah kayak gini, airnya hitam bau lagi gimana mau ibadah mau tenang," tutupnya.(Nda)

Maya Aulia A

Perempuan supel kelahiran Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang ini memiliki talenta mengajar sesuai bidang kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta. Bergabung di Banten Hits adalah karir perdananya di bidang jurnalistik.