id

Sebelum Tewas, Ini SMS Terakhir Ayu Octaviani ke Kekasihnya

By  Jun 08, 2017 | 14:43
Mayat Ayu Octaviani ditemukan mengapung di Sungai Ciujung. Ayu tewas diduga dibunuh setelah hasil autopsi menunjukkan ada bekas tekanan pada bagian leher. (Dok. Banten Hits)

Lebak - Pihak kepolisian Polres Lebak telah memeriksa rekaman CCTV yang berada di ruang mesin ATM kampus La Tansa Mashiro Rangkasbitung terkait kematian Ayu Octaviani, mahasiswi Akbid La Tansa Mashiro.

Selain itu, polisi juga memeriksa isi percakapan pada handphone yang terakhir digunakan Ayu. Pemeriksaan empat CCTV yang berada di masing-masing mesin ATM tersebut dilakukan setelah adanya keterangan dari security kampus yang mengatakan bahwa Ayu memang izin keluar dengan untuk menuju ATM pada Rabu (22/3/2017) malam.

"Ya, benar semua sudah diperiksa," kata Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Zamrul Aini saat dihubungi, Kamis (8/6/2017).

BACA JUGA: Periksa CCTV ATM La Tansa Mashiro, Polisi Dalami Kematian Ayu Octaviani

Dari rekaman CCTV, Zamrul menyebut tak terlihat Ayu di dalam ruangan mesin ATM yang lokasinya berada di samping gerbang kampus tersebut.

"Tidak ada dan tidak ada transaksi yang dilakukan Ayu," ungkap Zamrul.

Zamrul mengatakan, sebelum tewas Ayu terakhir kali mengirimkan pesan kepada kekasihnya bernama Indra anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Cipanas. Ayu kata Zamrul menanyakan keberadaan Indra dan meminta Indra membalas SMS yang dikirimnya.

"Aa (Indra-red) di mana? Balas SMS Ayu, maafin Ayu ya," ucap Zamrul.

BACA JUGA: "Ayu Penakut, Pulang dari Kampus Pasti Minta Temenin"

Namun SMS tersebut tak dibalas Indra lantaran tengah dinas, sementara handphone ditinggal di mapolsek.

"Tidak dibalas oleh kekasihnya karena sedang dinas, handphonennya dicas di polsek," tukas Zamrul.

Ayu Octaviani ditemukan tewas mengapung di Sungai Ciujung. Mayatnya ditemukan warga pada Jumat (24/3/2017) tak jauh dari kampus tempatnya menempuh pendidikan sebagai calon bidan.

Sempat diduga Ayu tewas karena menceburkan diri ke sungai, polisi mengindikasi jika Ayu tewas bukan karena tenggelam. Hal ini setelah polisi mendapatkan hasil autopsi yang menunjukkan adanya bekas tekanan pada bagian leher mahasiswi asal Rangkasbitung Timur, Lebak tersebut.

"Bisa terindikasi pembunuhan, sebab sebelum tenggelam Ayu sudah kehabisan nafas," kata Zamrul, Kamis (27/4/2017).(Nda)

Ananda Deni

Memutuskan pilihan hidup sebagai jurnalis setelah masa-masa kuliahnya dulu dihabiskan dalam dunia pergerakan kampus. Pernah aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan bergabung dengan situs berita Banten Hits pada 2013.

Ayoo Berlangganan Berita Kami