id

Ini Penjelasan Krakatau Steel Terkait Buruh yang di-PHK karena Tuntut THR

By  Jun 19, 2017 | 10:21
Ilustrasi. Krakatau Steel. (republika)

Cilegon - Surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditulis Arif Setiawan di laman facebook miliknya menjadi viral.

Melalui surat terbuka itu, Arif yang mengaku sebagai buruh PT Krakatau Engginering (KE) dipecat setelah menanyakan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pimpinannya. Tak hanya Arif, ada ratusan buruh lainnya yang mengalami hal serupa.

Menanggapi postingan tersebut, Corporate Secretary PT Kratakatau Steel (KS) Arief Budiman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/6/2017), membantah hal tersebut.

"Kami ingin mengklarifikasi, bahwa berita tersebut sama sekali tidak benar. PT KS maupun anak-anak perusahaannya tidak melakukan PHK kepada karyawan," kata Arief.

BACA JUGA: Buruh Krakatau Engginering di-PHK karena Tanya THR, Tulis Surat Terbuka kepada Jokowi di FB

Soal status Arif, ia menjelaskan jika Arif merupakan buruh lepas yang bekerja di perusahaan PT Sentra Karya Mandiri (SK), di mana perusahaan tersebut adalah salah satu sub-kontraktor Krakatau Engginering.

"Arif Setiawan bukan karyawan PT KS maupun KE, melainkan salah satu pekerja harian lepas dari SKM yang bekerja di area Gas Holder, bagian dari project blast furnace. Oleh karena statusnya sebagai pekerja harian lepas, maka upahnya dibayar berdasarkan jumlah hari masuk bekerja," bebernya,

Ia juga membantah jika kartu identitas perusahaan yang turut diunggah Arif merupakan kartu identitas KE.

"Badge yang beredar bukan badge Karyawan, melainkan tanda pengenal atau clearance ID untuk bisa masuk ke lokasi project," ujarnya.

"Adapun mengenai THR, pembayaran THR kepada tenaga kerja yang dipekerjakan oleh SKM untuk melaksanakan porsi pekerjaan dalam proyek BF merupakan kewajiban dan tanggung jawab SKM yang dihitung dan dibayar sesuai ketentuan dan perundang-undangan tenaga kerja yang berlaku," pungkas Arief.(Nda)

Iyus Lesmana

Pernah bekerja untuk sejumlah stasiun televisi nasional dan internasional seperti Global TV dan BBC News. Pengalaman luar biasa yang pernah dialaminya ketika membuat laporan untuk BBC News di laut lepas Selat Sunda terkait imigran gelap. Bergabung di situs berita Banten Hits sejak 2013.