id

Dishub Pandeglang Minta Masyarakat Laporkan Bus yang Naikkan Tarif Seenaknya

By  Jun 19, 2017 | 11:19
Tarif angkutan Lebaran bus AKAP di Pandeglang. (istimewa)

Pandeglang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Organisasi Pengusaha Angkutan Darat dan Pengusaha Otobus (PO) sudah menyepakati tarif angkutan Lebaran 2017. Tarif tersebut berlaku pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

Kepala Dishub Pandeglang Tata Nanzar Riadi mengatakan, untuk tarif bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Labuan-Kalideres yakni Rp55.000. Tarif ini diakui Tata sama seperti pada tahun sebelumnya.

"Karena tidak ada kenaikan BBM, tarif yang kita sepakati bersama Organda dan PO adalah Rp55.000 untuk Labuan-Kalideres dan sebaliknya," ucap Tata, Minggu (18/6/2017).

Meski sudah menetapkan tarif angkutan Lebaran. Pihaknya, bersama kepolisian dan Satpol PP akan tetap gencar melakukan razia terhadap bus di terminal.

Hal ini guna memastikan, tidak ada penumpang yang dirugikan akibat ulah oknum sopir maupun kondektur nakal yang seenaknya menaikkan tarif angkutan Lebaran yang sudah ditentukan.

"Kami berharap, masyarakat melapor jika ada bus yang mematok tarif di luar itu. Catat nomor kendaraannya dan laporkan ke kami. Catat jugua nomor bus yang ada di pinggir badan bus. Karena, kalau hanya mencatat nomor polisi kan bisa ditukar-tukar. Ada laporan, langsung kita buat rekomendasi agar perusahaan memberikan sanksi tegas. Berhentikan saja lah oknum-oknum nakal kayak gitu," papar Nanzar.

Kenaikan tarif disebabkan jumlah penumpang yang tidak sama. Saat arus mudik, penumpang akan ramai dari Jakarta. Begitu juga sebaliknya saat arus balik.

"Jadi wajarlah kenaikan satu tahun sekali," ucap Ketua Organda Banten, Mustaghfirin.

Ia meminta, kepala terminal untuk mengawasi setiap bus yang masuk. Jika tidak ditemukan stiker laik jalan dari dinas perhubungan, Organda meminta agar bus tersebut tak beroperasi. Termasuk, mendorong pengusaha bus memberikan sanksi tegas terhadap awak bus yang menaikkan tarif.

"Bukan diskors lagi tapi diberhentikan. Pengusaha memang sudah geram, karena kalau ini dibiarkan terus-terusan, mereka bisa gulung tikar karena ulah awak bus," jelasnya.(Nda)