id

Lima Bulan Berlalu, Polres Lebak Belum Mampu Ungkap Kematian Mahasiswi La Tansa Mashiro

By  Agu 05, 2017 | 17:33
Mapolres Lebak. (Foto: Google)

Lebak - Ayu Octaviani, mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro ditemukan tewas, Jumat (24/3/2017) lalu. Jasadnya ditemukan warga mengapung di Sungai Ciujung, Kampung Baturambang, Desa/Kecamatan Cibadak, Lebak.

 

BACA JUGA: Warga Cibadak Lebak Digegerkan Penemuan Mayat di Sungai Ciujung

Sebelum tewas, putri pertama pasangan suami istri Yuyun dan Amas, warga Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur ini diketahui keluar dari lingkungan kampus pada Rabu (22/3) malam. Kepada petugas jaga, Ayu mengaku hendak menuju ATM yang berada di gerbang kampus. Namun, beredar kabar jika Ayu bertemu dengan seseorang di depan ruang ATM tersebut.

BACA JUGA: Sebelum Tewas, Ayu Oktaviani Sempat Bertemu Seseorang?

Semula, pihak kepolisian menduga Ayu tewas karena bunuh diri. Meski belum bisa memastikan karena menunggu hasil autopsi, polisi menyebut jika depresi yang dialami Ayu menjadi faktor dara cantik tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke sungai. Namun, hal itu tak diyakini oleh pihak keluarga. Kedua orangtua Ayu tak yakin jika putrinya tewas karena bunuh diri dan meminta kepolisian mengungkap kematian Ayu. Kepada orangtuanya, Ayu memang sempat bercerita ihwal handphone yang disita oleh ibu asrama. Ayu menceritakan hal itu kepada orangtuanya saat ia pulang ke rumah pada Sabtu (18/3).

BACA JUGA: Ayu Oktaviani ke Orangtuanya: Mah, Itu Handphone Dikutak-katik Aja Gitu Ya?

Sebulan setelah mayat Ayu ditemukan, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto menyampaikan telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kematian Ayu. Tim yang terdiri dari anggota reskrim, intel, dan resmob yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Zamrul Aini dibentuk setelah hasil visum Ayu menunjukkan ada bekas tekanan di bagian leher.

BACA JUGA: Polres Lebak Bentuk Tim Khusus Ungkap Kematian Mahasiswi La Tansa Mashiro

Bekas tekanan pada tenggorokan inilah yang memunculkan dugaan Ayu bukan tewas karena bunuh diri. Polisi menyebut ada indikasi pembunuhan dalam kasus tersebut. Pasalnya, nafas Ayu berhenti sebelum Ayu tenggelam.

BACA JUGA: Nafas Berhenti Sebelum Tenggelam, Ayu Octaviani Tewas Dibunuh?

Puluhan saksi telah diperiksa polisi. Termasuk, kekasih Ayu bernama Indra yang merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Polres Lebak. Begitu juga rekaman CCTV yang berada di ruang ATM dan komunikasi terakhir Ayu melalui handphone. Sayangnya, polisi mengaku tak menemukan petunjuk apapun untuk menemukan titik terang kematian Ayu.

BACA JUGA: Sebelum Tewas, Ini SMS Terakhir Ayu Octaviani ke Kekasihnya

Akhmad Hakiki Hakim dari LBH Partisan Siliwangi Indonesia yang semula ditunjuk menjadi kuasa hukum keluarga justru di tengah jalan berhenti mendampingi keluarga. Hakiki diminta seorang anggota polisi bernisial A yang mengaku sebagai pihak keluarga Ayu agar tak lagi mengawal kasus tersebut. Hakiki diminta tak lagi menjadi kuasa hukum setelah mengatakan bahwa ada saksi kunci yang melihat ada sebuah mobil yang menjemput Ayu.

BACA JUGA: Hakiki Bukan Lagi Kuasa Hukum Setelah Sebut Ada Saksi Kunci Kematian Ayu

Kini, lima bulan lebih berlalu, polisi belum juga mampu mengungkap kasus ini. Polisi dinilai lamban menangani kasus kematian calon bidan tersebut. Pasalnya, hingga saat ini belum ada ada perkembangan yang dianggap siginifikan. Sementara itu, polisi beralasan sulitnya mengungkap karena minimnya petunjuk.

BACA JUGA: Minim Petunjuk, Polisi Kesulitan Ungkap Kematian Ayu Octaviani

Padahal, Kapolda Banten Birgjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pihaknya akan membackup jika Polres Lebak merasa kesulitan mengungkap kasus tersebut. Akankan kasus kematian Ayu Octaviani ini akan terungkap?(Nda)

Ananda Deni

Memutuskan pilihan hidup sebagai jurnalis setelah masa-masa kuliahnya dulu dihabiskan dalam dunia pergerakan kampus. Pernah aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan bergabung dengan situs berita Banten Hits pada 2013.