id

Kasus Pasar Babakan Mandek, ICW Minta Kejaksaan Jelaskan ke Publik

By  Agu 10, 2017 | 22:08
Ade Irawan. (Dok. Banten Hits)

Tangerang - Hampir 10 bulan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang menyelidiki kasus dugaan penyalahgunaan pemanfaatan lahan milik Kementerian Hukum dan HAM yang dijadikan Pasar Babakan, di Cikokol, Kota Tangerang.

Penyelidikan yang sudah terbilang lama tersebut hingga kini belum juga memperlihatkan perkembangan. Kasi Pidsus Kejari Tangerang Teungku Firdaus yang menangani kasus tersebut justru dipindahkan ke Lampung.

Tak hanya enggan berkomentar soal dipindahtugaskannya Firdaus, Kajari Tangerang Edward Kaban juga tak mau menjelaskan seputar perkembangan kasus tersebut.

BACA JUGA: Kasi Pidsus Tangerang Penyidik Kasus Pasar Babakan Dipindah

Menanggapi hal itu, Deputi Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan mengatakan, kejaksaan harus menjelaskan apa yang menjadi kendala dalam penyelidikan tersebut.

"Kejaksaan mesti jelaskan ke publik apa kendalanya, karena publik berhak tahu," kata Ade saat dihubungi Banten Hits, Rabu (9/8/2017).

Koordinator Komite Independen Penyelamat Anak Bangsa, Haris AB pada Senin (11/7/2017) akan menemui Jaksa Agung untuk melaporkan lambannya penanganan kasus yang melibatkan banyak orang berpengaruh di Banten.

Sementara itu sebelumnya, Yogi Yogaswara sudah mengungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) ke penyidik Kejari Tangerang siapa saja yang selama ini rutin menerima aliran dana dari Pasar Babakan.

BACA JUGA: Bos TangCity Disebut Ungkap dalam BAP Aliran Dana Pasar Babakan ke Pejabat

"Yogi sudah buka semua. Dia tidak mau masuk (penjara) sendiri," kata sumber Banten Hits dalam wawancara by phone, Jumat (8/7/2017).(Nda)

Ananda Deni

Memutuskan pilihan hidup sebagai jurnalis setelah masa-masa kuliahnya dulu dihabiskan dalam dunia pergerakan kampus. Pernah aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan bergabung dengan situs berita Banten Hits pada 2013.