id

Gugat PT Paramount Land, Nancy: Jangan Ada Konsumen Lain Jadi Korban

By  Okt 09, 2017 | 07:00
FOTO Ilustrasi: Google.com

 

Tangerang - Nancy Susianna, seorang konsumen perusahaan properti ternama PT Paramount Land Development, merasa dibohongi iklan penjualan rumah eksklusif yang dibelinya di Karelia Village di Jalan Onega, No. 16, Gading Serpong, RT 01/ RW 29, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.  

"Di brosur itu (dijanjikan) diberikan teralis, diberikan pergola, ada kasa nyamuk dan sebagainya. Ketika saya minta, dia (PT Paramount) mengatakan (kebijakan) itu bisa berubah kapan pun. Padahal harga (fasilitas tambahan yang dijanjikan) itu bisa mencapai Rp 12-18 juta. Dia menganggap di situ, di brosur (dicantumkan) ada syarat dan ketentuan bisa berubah kapan pun," ungkap Nancy kepada Banten Hits lewat sambungan telepon, Sabtu (7/10/2017).

Menurut Nancy, selain disampaikan di brosur penjualan, iming-iming pemberian fasilitas tambahan untuk rumah yang dibelinya itu disampaikan PT Paramount Land Development lewat iklan di sebuah media nasional terkemuka.

Nancy beberapa kali menyampaikan komplain kepada pihak pengembang, namun tak pernah ditanggapi. Pihak pengembang berdalih, Nancy telah menandatangani serah trima unit yang dibelinya.

"(Saat itu), ketika saya men-sign serah terima, saya ingin melihat dulu kondisi rumah (namun) tidak boleh masuk cluster. Ibarat kita membeli sesuatu yang tidak boleh dilihat. Kita (tandatangan) persetujuan baru boleh dilihat," tambah Nancy.  

Karena upaya persuasif yang dilakukan Nancy tidak direspons dengan baik PT Paramount, Nancy pun menuntut ganti rugi senilai Rp 3 miliar dari perusahaan yang pernah digeledah KPK itu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Balai Kota Tangsel, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kamis (5/10/2017).

"Saya ini seorang guru, saya hanya ingin mendidik, kamu tidak boleh berbohong. Saya hanya minta mereka minta maaf dan tidak melakukan hal yang sama ke konsumen yang lain. Angka-angka (dalam tuntutan) buat saya tidak terlalu penting," tegas Nancy.(Rus) 

 

Darussalam J. S

Memulai karir jurnalistik pada tahun 2003 di harian Fajar Banten (sekarang Kabar Banten, grup Pikiran Rakyat). Pernah bekerja di Global TV selama 2005-2013 dan di Info TV selama setahun. Darussalam juga pernah menerbitkan buku jurnalistik berjudul, "Korupsi Kebebasan, Kebebasan Terkorupsi". Kemudian dia mendirikan situs berita Banten Hits, 11 Februari 2013.

Ayoo Berlangganan Berita Kami