id

Paguyuban Pasundan, Warisan Si Jalak Harupat di Banten

By  Agu 08, 2015 | 07:03
Otto Iskandar Dinata. (Repro.Banten Hits)

Siapa yang tidak kenal Otto Iskandar Dinata, lelaki yang pernah masuk dalam daftar hitam dan membuat khawatir pemerintah Hindia Belanda, salah satunya dikarenakan nyali Otto dalam membongkar kasus Bendungan Kemuning yang bisa menyelamatkan rakyat Indonesia dari penipuan yang dilakukan pengusaha Belanda.

(BACA JUGA : Mauk, Lasykar Hitam, dan Sejarah yang Masih Kelam)

Semasa hidupnya, lelaki yang mendapatkan julukan Si Jalak Harupat tersebut, mendirikan Paguyuban Pasundan pada tahun 1913 yang mengemban misi "Merangan Kokoro" (Memerangi Kemiskinan). Jika di Menes ada Mathla'ul Anwar pada era yang sama, maka di Batavia ada Paguyuban Pasundan, yang basisnya adalah masyarakat Pasundan, meski kini anggota Paguyuban tersebut tidak hanya masyarakat Sunda saja.

Menurut Hasan Anshori, salah satu sesepuh Paguyuban Pasundan yang ada di Banten, Otto Iskandar Dinata memandang kemiskinan harus diperangi.

"Dan cara untuk memerangi kemiskinan itu ya dengan mendidik pribumi. Tanpa pendidikan tidak mungkin memerangi kemiskinan," ungkapnya, Jum'at (7/8/2015) kepada Banten Hits di Pendopo Kabupaten Serang.

Menurut Hasan, Paguyuban Pasundan adalah induk organisasi yang membawahi beberapa yayasan. Pada tingkat perguruan tinggi ada Universitas Pasundan. Sementara di tingkat SMA tersebar sejumlah SMA Pasundan.

"Sementara pada tingkat pendidikan dibawahnya ya sekolah-sekolah, seperti disini ada SMK Pasundan 1 Kota Serang dan SMK Pasundan 2 Kota Serang," jelasnya.

Hasan memaparkan cerita tersebut kepada Banten Hits di sela-sela acara pelantikan Ketua Paguyuban Pasundan Wilayah Banten, Drs H. Hudaya Latuconsina, MM, yang dihadiri Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof Dr HM Didi Turmudzi, M Si.

Pada tahun 2010 lalu, Paguyuban Pasundan menggelar Kongres ke-41 di Hotel Sol Elite Marbella, Anyer, Kabupaten Serang. Pemilihan tempat kongres di Banten, dimaksudkan sebagai ziarah budaya untuk menyegarkan kembali ingatan bahwa Banten merupakan sumber nilai budaya Sunda dan inspirasi yang mendorong kemaslahatan bagi masyarakat banyak.(Rus)

Dian Sucitra

Dian Sucitra memulai karir jurnalistik di Banten Hits 2013 lalu, namun pada awal 2014 resign dan memutuskan bergabung dengan media lain di Banten. Pengujung 2014 kembali bergabung dengan Banten Hits lalu kembali resign pada Februari 2016 untuk bergabung di website seni dan budaya.