PegiPegi
id

Integrasi TNUK dengan KEK Tanjung Lesung Diharapkan Terealisasi

By  Okt 19, 2017 | 11:39
Kepala Balai TNUK, Mamat Rahmat. (Foto: Engkos Kosasih/Banten Hits)

Pandeglang - Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Mamat Rahmat berharap wacana mengintegrasikan TNUK dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung bisa terealisasi.

Belum berjalannya sistem pariwisata terpadu menjadi salah satu faktor belum signifikannya jumlah pengunjung ke kawasan konservasi yang punya peran penting dalam menjaga populasi Badak Jawa tersebut.

BACA JUGA: Tsunami dan Bakteri Ancam Populasi Badak Jawa di Ujung Kulon

"Promosi tentu terus-menerus kita lakukan sebagai bagian menyadarkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya Ujung Kulon," kata Mamat, Rabu (18/10/2017).

Mengintegrasikan TNUK dengan KEK Tanjung Lesung juga akan berdampak terhadap pendapatan. Tentunya, hal ini juga harus dibarengi dengan sinergi seluruh sektoral dalam menciptakan program terpadu.

"Salah satunya dengan mengintegrasikan TNUK dengan KEK," ujarnya,

BACA JUGA: KEK Tanjung Lesung Masih Sulit Bersaing

Mamat mencatat, jumlah kunjungan ke TNUK dalam beberapa tahun terakhir mencapai 15 ribu pengunjung yang masih didominasi oleh wisatawan lokal.

"Mungkin baru sekitar 8 ribu wisatawan mancanegara dari beberapa negara seperti Australia, Amerika, Jepang, dan Cina," ucapnya.

Dalam setahun, pendapatan yang diraih tak kurang Rp400 juta yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penerimaan tersebut akan dikembalikan menjadi Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Jadi tidak PAD. Dikelola menjadi DAK yang diturunkan ke daerah," terang Mamat.

Namun lanjut Mamat, ada satu hal yang diharapkan menjadi perhatian pemerintah, yakni terkait kondisi infrastruktur jalan yang masih kurang memadai.

"Ini juga yang harus kita dorong sama-sama. Kalau jalannya bagus, pasti kunjungan pun meningkat," imbuhnya.(Nda)